Pengertian Sufi Menurut para Ahli
Sama dengan tasawuf, sufi juag memiliki definisi atau pengertiannya sendiri, sebab antara tasawuf dan sufi berbeda. Seperti yang sudah dipaparkan bahwa tasawuf dan sufi memiliki perbedaannya sendiri yang mana di dalam perbedaan tersebut memiliki keragamannya sendiri, karerna segala sesuatunya yang menyampaikan adalah para pakar yang sudah mengerti tentang ilmunya.
1. Dzun Nuun Al-Mishd (wafat tahun 245 H) mengatakan,
"Sufi adalah seorang yang tidak dicapekkan oleh upaya mencari dunia dan
tidak dirisaukan oleh besarnya dunia yang didapatkannya." la juga
mengatakan, "Mereka (para sufi) adalah kaum yang mengutamakan Allah di
atas segala sesuatu, maka Allah pun mengutamakan mereka di atas segala sesuatu.
2. Sahl bin Abdullah At-Tusturi (wafat tahun 283
H) mengatakan, "Sufi adalah orang yang bersih dari kotoran, yang pikirannya
penuh, yang putus hubungannya dengan manusia untuk berhubungan dengan Allah,
yang memandang sama antara emas dan tanah.
3. Al-Junaid mengatakary "Sufi ibarat tanah yang
dilemparkan padanya segala hal yang buruk, dan tidak ada yang keluar darinya kecuali
segala sesuatu yang manis."
Dari definisi-definisi di atas, kita dapat menyimpulkan
bahwa sufi adalah orang yang senantiasa bersih, selalu membersihkan waktunya
dari segala kotoran dengan membersihkan hati dari kotoran nafsu. Proses
pembersihan hati ini dibantu dengan selalu merasa butuh Allah. Perasaan
membutuhkan Allah inilah yang menghilangkan kotoran. Setiap kali nafsu bergerak
dan nampak dengan salah satu sifatnya, maka sufi mampu mengenali nafsu tersebut
dengan ilmunya yang luas,lalu sang sufi berlari meninggalkan nafsu unfuk
menghadap Tuhannya.
Sumber: Tasawuf Antara Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah
