Pengertian Ilmu Tasawuf Menurut Imam Al-Junaid Al-Baghdadi

Pengertian Ilmu Tasawuf Menurut Imam Al-Junaid Al-Baghdadi



Tasawuf seperti yang telah dijelaskan merupakan jalan bagi seseorang untuk menempuh jalan sufi, tetapi tidak banyak orang tahu, bahwa ilmu tasawuf memiliki pengertian yang luas dari para tokoh sufi dan banyak tokoh-tokoh sufi yang mendefinisikan tasawuf dengan pengertian yang berbeda-beda dan berikut ini adalah definisi Ilmu Tasawuf dari para tokoh sufi yang bisa kamu pelajari.

Orang yang jeli mengamati definisi tasawuf akan menjumpai bahwa setiap definisi mempunyai arah dan tujuan tertentu. Dengan demikian adalah hal yang wajar kalau setiap sufi mempunyai pengalaman khusus dalam bertasawuf. Pengalaman ini dipengaruhi oleh akidah dan pemikiran masyarakat setempat. Definisi tasawuf yang diutarakan sufi ini pun mau tak mau dipengaruhi juga oleh tingkat kemajuan dan kemunduran peradaban zamannya. Di antara definisi tasawuf dari salah satu Imam besar atau guru besar dalam bidang ilmu tasawuf (tauhid) yakni Imam Al-Junaid Al-Baghdadi berkata : 

a. Mengenal Allah, sehingga antaramu dengan Allah tidak dan perantara (hubungan dengan Allah tanpa perantara).
b. Melakukan semua akhlak yang baik menurut sunnaturrasul dan meninggalkan semua akhlak yang rendah.
c. Melepas hawa nafsu menurut sekehendak Allah
d. Merasa tiada memiliki apapun, juga tidak dimiliki oleh
siapapun kecuali Allah.

Adapun acaranya: Yaitu mengenal asmaa' Allah dengan.penuh keyakinan, sehingga menyadari sifat-sifat dan af'aal Allah di alam  semesta ini. 
Adapun Gurunya : Maka Nabi Muhammad saw., yang telah  mengajarkan dari tuntunan wahyu dan melaksanakannya lahir batin  sehingga diikuti oleh para sahabat-sahabatnya ra.  Adapun Manfa'atnya : Mendidik hati sehingga mengenal dzat  Allah, sehinngga berbuah kelapangan dada, dan bersih hati berbudi pekerti yang luhur menghadapi semua makhluk.


(Terjemah Al-Hikam)