Pengertian Ilmu Tasawuf Menurut para Tokoh Sufi


Pengertian Ilmu Tasawuf Menurut para Tokoh Sufi



Tasawuf seperti yang telah dijelaskan merupakan jalan bagi seseorang untuk menempuh jalan sufi, tetapi tidak banyak orang tahu, bahwa ilmu tasawuf memiliki pengertian yang luas dari para tokoh sufi dan banyak tokoh-tokoh sufi yang mendefinisikan tasawuf dengan pengertian yang berbeda-beda dan berikut ini adalah definisi Ilmu Tasawuf dari para tokoh sufi yang bisa kamu pelajari.

Orang yang jeli mengamati definisi tasawuf akan menjumpai bahwa setiap definisi mempunyai arah dan tujuan tertentu. Dengan demikian adalah hal yang wajar kalau setiap sufi mempunyai pengalaman khusus dalam bertasawuf. Pengalaman ini dipengaruhi oleh akidah dan pemikiran masyarakat setempat. Definisi tasawuf yang diutarakan sufi ini pun mau tak mau dipengaruhi juga oleh tingkat kemajuan dan kemunduran peradaban zamannya. Di antara definisi tasawuf adalah sebagai berikut:

1. Ma'ruf Al-Karkhi (wafat 200 H) mendefinisikan tasawuf sebagai: "menempuh hakikat, dan memutuskan harapan kepada sesama makhluk".

2. Abul Hasan Ats-Tsauria mengatakan "Tasawuf berarti membenci dunia dan mencintai Allah."  Berdasarkan pada dua definisi di atas, maka tasawuf bisa diartikan sebagai "berzuhud di dunia, mengkhususkan semua amal hanya bagi Allah, dan meninggalkan hal-hal yang dapat membangkitknn syhawat." Definisi ini boleh jadi benar, karena tasawuf pada fase-fase awalnya belum dicampuri oleh pikiran-pikiran dan keyakinan luar.

3. Al-Kittani (wafat tahun 322 H) mendefinisikan tasawuf sebagai "akhlak, maka barangsiapa menambah akhlaknya, berarti ia telah menambah kesucian dirinya".

4. Al-Hariri (wafat tahun 311 H)  mendefinisikan tasawuf sebagai "masuk ke dalam akhlak sunni, dan keluar dari akhlak rendah."

Tasawuf menurut definisi yang disampaikan oleh Al-Kittani dan Al-Hariri berarti "menghiasi diri dengan akhlak terpuji".

5. Al-Junaid mendefinisikan tasawuf sebagai, "Engkau bersama Allah tanpa adanya "hubungan". Ia iuga mendefinisikant, "Tasawuf berarti engkau dikhususkan oleh Allah dengan kejernihan.

6. Asy-Syibli mengatakan, "Tasawuf adalah memulai dengan mengenal (ma'rifut) Allah dan mengakhiri dengan mengesakan Allah." Al-Kittani juga mengatakan, "Tasawuf berarti shafaa' (iernih) dan musyaahadah (menyaksikan).

Demikianlah, beragamnya definisi tasawuf dipengaruhi oleh beragamnya kecenderungan seorang sufi serta tata-cara dalam mengamalkan tasawuf. Adapun definisi yang saya pilih adalah definisi kedua yang disampaikan Al-Kittani, yaitu "Tasawuf berarti shafaa' (iernih) dan musyaahadah (menyaksikan).". Dengan demikian tasawuf berarti " menjernihkan hati dan mengikhlaskan/memurnikan ibadah semata hanya untuk Allah.,']ika seorang hamba telah ikhlas demi Allah, mengikuti perintahNya, menjauhi larangan-Nya, serta telah menjemihkan hatinya, maka ia telah mendapatkan kedudukan musyhadah.




Sumber: Tasawuf Antara Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah